Rabu, 17 Oktober 2012

Perubahan Zaman Hancurkan Generasi Muda Indonesia

Perubahan zaman, dinilai terus menggerus semangat juang generasi penerus bangsa. Karena itu, Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan Sumatera Selatan, Rasyid Syahri meminta agar para anak muda disuntikan motivasi. Rasyid menyebut, generasi muda merupakan agen perubahan yang harusnya berperan aktif dalam setiap kegiatan kemanusiaan. Namun, kenyataannya kini sudah menurun. Menanggapi keberadaan generasi muda sekarang ini di Palembang, Ahad (29/7) kemarin, Rasyid berpendapat, saat ini penerapan nilai juang bangsa Indonesia justru mengalami penurunan yang signifikan, terutama pada kalangan gerenasi penerus bangsa. Hal ini tercermin dengan maraknya berbagai keributan antar pemuda, bahkan kebanyakan mereka ingin bersenang-senang. Pemuda sebaiknya lebih aktif berperan dalam menanggulangi permasalahan sosial yang terjadi di daerahnya masing-masing, seperti kemiskinan dan pengangguran. Sebab, pemerintah menyadari tak mampu mengatasinya tanpa partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat. Namun, bila watak dan perilaku kaum muda sudah melenceng, tentu nasib bangsa Indonesia pada masa depan akan diragukan. Menurutnya, agar jiwa juang tersebut terbentuk, harus mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat mulai dari peran orang tua dan keluarga sebagai lingkungan terdekat kaum muda, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal termasuk peran pemerintah. Sayangnya, permasalahan tersebut harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Untuk meningkatkan upaya nilai juang tersebut, pihaknya rutin melaksanakan dan bimbingan khusus untuk memotivasi generasi muda. "Namun, kesemuanya itu harus dilakukan secara bersama sehingga bangsa semakin kuat," katanya mengakhiri.

Kata Mutiara Hari Ini

Anda Bisa Menunda Untuk Berubah Karena Banyaknya Urusan. Tapi Hidup Tidak Pernah Menunda Urusannya Untuk Menunggu Anda Berubah. Sebuah rencana yang hebat dapat gagal hanya karena kurangnya kesabaran. Berlayarlah Dan Temukan Muara Hikmah Di Pulau Samudera Cinta. Waspadalah Diri Dari Sesat Didalamnya. Semua Pelayaran Kita Tertuju Pada Satu Muara Cinta, Yaitu Mendapatkan Cinta Abadi Yang Esa. Jika anda tidak pernah merasakan kegagalan, itu artinya anda belum mengetahui artinya sebuah keberhasilan. Jika semangat TIADA HENTI … Kemudahan itu akan sering datang MENGHAMPIRI KEPERCAYAAN itu seperti KEPERAWANAN, jangan berikan kepada sembarang orang. Sekali kita kehilangan, dia tidak bakal balik lagi. Hati-hati memberikan kepercayaan kepada orang lain Tidak mengapa menjadi tua, asal tetap muda dalam semangat. Kadang lebih baik diam daripada menceritakan masalahmu, karena kamu tahu sebagian orang hanya penasaran, bukan karena mereka peduli. Jangan berhenti berupaya ketika menemui kegagalan. Karena kegagalan adalah cara Tuhan mengajari kita tentang arti kesungguhan. Kesedihan hanyalah batu penghalang, Ketika Anda tidak bahagia, kerikilpun terlihat seperti gunung Doa itu penting, namun yang menentukan sebuah doa terkabul adalah kualitas orang yang berdoa. Wanita tak seharusnya menjadi bulan yang dengan mudah bisa dilihat semua lelaki, Tetapi jadilah matahari yang silaunya akan membuat lelaki tertunduk sebelum memandangnya. Daripada Mengeluh Mawar bertangkai penuh duri, Lebih baik bergembira bahwa tangkai berduri itu berbunga mawar Kebanggaan masa muda adalah: kekuatan dan kecantikan. Sedangkan kebanggaan masa tua adalah: MENGENDALIKAN LIDAH Bila Anda sedang merasa terjebak dalam sebuah lubang, berhentilah menggali. Setiap jiwa yang dilahirkan sebenarnya telah tertanam benih untuk mampu mencapai puncak kesuksesan kehidupan. Namun, benih itu tidak akan pernah bisa tumbuh dengan baik tanpa di beri pupuk bernama keberanian. Orang yang cemerlang melihat setiap halangan sebagai peluang untuk mengasah potensi, disaat orang lain menganggap setiap halangan sebagai alasan yang menyebabkan kegagalannya. Tidak semua yang kita inginkan mampu kita peroleh, sebagaimana tidak semua yang kita peroleh adalah yang benar-benar kita inginkan. Kejayaan adalah tangga bambu yang tidak dapat anda panjat dengan tangan yang masuk kedalam kantung celana. Kalau kita mendapat rezeki dari arah yang tak disangka-sangka, jumlahnya tak diduga-duga.. Itu tanda Allah sudah mulai memperhatikan kita lebih dekat. Kalau kita masih bisa duga, mungkin kedekatan kita dengan Allah masih biasa saja Tidak ada yang paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerena setiap yang pandai itu bisa menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu bisa menjadi pandai. Takdir sebenarnya bukan masalah kesempatan, tetapi masalah pilihan. Takdir bukannya harus ditunggu, tapi takdir haruslah diraih. Jangan mencari Tuhan karena kamu butuh jawaban. Carilah Tuhan karena kamu tahu bahwa Dia-lah jawaban atas pertanyaanmu itu. Hanya layang-layang yang menentang angin yang mampu berkibar tinggi di angkasa. Jika kita tidak mampu menjadi pelita yang menerangi malam, maka jadilah kunang-kunang yang menghiasi malam. Hidup adalah komedi bagi siapa yang hidupnya dengan akal. Dan merupakan tragedi bagi siapa yang hidup dengan emosi. Berfikir sebelum berbuat adalah satu kebijaksanaan, berfikir setelah berbuat adalah satu kebodohan, sementara berbuat tanpa berfikir adalah seribu kebodohan. Barang siapa yang dapat menahan marahnya, padahal dia berhak untuk melepaskan amarahnya itu maka Allah memenuhi hatinya dengan iman dan rasa aman serta ketenangan. Ilmu dan kebijaksanaan itu adalah sahabat yang setia dalam hidup sampai ketika nafas terlepas dari badan. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupanmu sampai kamu melupakan kegagalan dan rasa sakit hati. Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan. Janganlah berputus asa. Tetapi kalau anda sampai berada dalam keadaan berputus asa, berjuanglah terus meskipun dalam keadaan putus asa. Dunia ini ibarat sebuah lautan yang luas, dan kita adalah kapal yang berlayar dilautan yang telah banyak kapal karam didalamnya. Namun andai muatan kapal kita adalah iman,dan layarnya adalah takwa, yakinlah bahwa kita tidak akan pernah tersesat dilautan kehidupan itu. Ilmu itu didapat dengan lidah yang gemar bertanya dan akal yang mau berfikir. Kita menilai diri sendiri berdasarkan apa yang kita perbuat, orang lain menilai kita berdasarkan apa yang telah kita perbuat. Seorang guru yang jujur harus berniat agar muridnya lebih pintar daripadanya, manakala seorang murid yang jujur harus pula mengakui kepintaran gurunya. Cintailah yang memberi nikmat dan jangan engkau cintai nikmat yang diberikan. Mata bisa melihat dengan jelas, namun hanya hati yang bisa melihat dengan jujur. Yang menentukan masa depan anda bukan kekayaan, kedudukan dan kebahagiaan yang anda capai, tetapi ke arah mana anda akan membawa semua itu. Orang yang sibuk mengejar kepentingan dirinya sendiri akan menciptakan banyak lawan. Dalam masyarakat manusia ada binatang jalang, tetapi dalam masyarakat binatang tidak ada satu pun manusia jalang – Aristotle. Bahkan Adam dan Hawa pun sama-sama BERJUANG untuk keduanya saling bertemu. Tidak ada sejarahnya Adam yang kelimpungan mencari Hawa, sementara Hawa selonjoran di bawah pohon rindang sembari menunggu kedatangan Adam yang mencari dirinya. Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan sandaran, walaupun saat itu mereka lebih bisa berada di tempat lain yang lebih menyenangkan. Hati yang terluka adalah seumpamanya besi bengkok, walau telah diketuk, sulit kembali menjadi bentuk asalnya. Hidup yang berguna adalah hidup yang ketika petang akan menjelang, telah tersedia kayu bakar untuk menerangi malam yang akan datang. Jadikanlah masa lalu sebagai pengalaman dan pelajaran, masa yang sedang berjalan isilah dengan amal dan perbuatan, dan masa depan janganlah terlalu diangan-angankan. Kekayaan yang hilang bisa dikejar kembali dengan ketekunan dan kerja keras. Kesehatan yang hilang bisa direbut kembali dengan obat-obatan, namun waktu yang hilang tak kan pernah bisa kembali lagi. Jika anda terbangun dari tidur pada suatu pagi, itu berarti anda masih diberi kesempatan untuk bersyukur dan berbuat amal baik hingga waktu anda tidur kembali. Senyuman adalah sedekah yang indah, karena dengan sedekah senyuman, manusia takkan pernah merasa berhutang apa-apa dan tak kan membuat orang lain merasa terhina.

Senin, 15 Oktober 2012

KPK VS POLRI

Save KPK tulisan ini mungkin akhir-akhir ini sering kita jumpai di televisi maunpun di jalan-jalan,dukungan terhadap masalah yang dihadapi KPK terhadap tudingan dari Polri semakin membludak.Bahkan tadi malam para aktifis Jogjakarta melakukan aksi guna kepeduliaanya terhadap masalah yang menjadi tranding topik minggu-minggu ini.Masalahnya berawal dari ditangkapnya Novel Baswedan, merupakan salah seorang kepala penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam beberapa kasus korupsi seperti kasus Korlantas Polri, PON Riau dan Hambalang. Akibat tudingan kasus penganiayaan pada 2004 lalu saat ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu.KPK sendiri tidak menerima hal yang ditudingkan oleh Polisi kepada Novel,KPK menjawab Novel tidak bersalah karena itu sudah menjadi tangguang jawab sebagai pimpinan di Bengkulu.Dan sudah sepantasnya Novel melakukan hal tersebut karena berfungsi untuk menegakkan keadilan di republik yang sudah mulai melemah ini.Novel sendiri adalah salah satu penyidik terbaik yang dimiliki KPK saat ini,kalau Polisi menangkap Novel berari semakin mengurangi kinerja KPK,yang kita ketahui penyidik di KPK berjumlah hanya segelintir orang. Novel hendak ditangkap Polda Bengkulu pada Jumat (5/10/2012) lalu Dukungan dari berbagai macam aliansi untuk KPK inipun,tidak hanya terjadi di Jogjakarta tetapi di sekitar Bundaran HI.pun melakukan aksi sedemikian dengan tema ‘Save KPK’.Sudah sepantasnya jikalau mereka peduli terhadap KPK,karena dengan berdirinya KPK sendiri ini membantu mentransparansikan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia.Walaupun dalam tataran praksisinya KPK hanya sekedar memberikan PHP (PengHarapan Palsu),yah walaupun KPK hanya memberikan harapan palsu tetapi setidaknya ini lembaga yang pentinglah yang harus ditegakkan keadilannya di Indonesia. Walaupun yang bisa kita lihat sendiri,kasus-kasus yang ditangani KPK belum selesai tetapi KPK mencoba membuka pintu agar kita melek siapa koruptor yang menggerogoti uang negara.Kisruh yang dihadapi antara KPK dan Polri saat ini bukanlah yang pertama terjadi,beberapa bulan yang lalu juga terjadi perdebatan sengit antara KPK dan Polri mengenai siapa yang berhak menangani mengenai kasus korupsi simulator SIM yang dilakukan oleh petinggi Polri. Ketegangan yang terjadi di antara dua institusi negara ini,mungkin ada saja yang merasa diuntungkan.Karena dengan adanya kisruh ini,masalah yang sedang ditangani oleh KPK akan dialihkan sementara dan lebih mengurusi hal ini.Kalau mengenai siapa yang di untungkan,yah yang pastinya adalah para koruptor mereka bisa bernafas sebentar dengan masalah yang terjadi saat ini. Masalah yang menyeret antara KPK dan Polri ini mungkin disebabkan karena kurang sinergitas dan perdaudaraan yang terjalin antara kedua institusi tersebut,harusnya antara KPK dan Polri itu harus kompak dalam membela negara.Tidak dengan cara seperti ini,hanya karena amsalah sepeti ini saja langsung membuat geger seantero negeri Indonesia raya ini. Kedua lembaga ini harusnya bekerja bersama-sama untuk membahas dan mengurangi kasus korupsi di Indonesia yang dari bulan ke bulan setelah di kuak ternyata,banyak kasus korupsi yang bisa kita temukan.Kalau bukan mereka berdua yah siapa lagi,? Saling berpikir lebih dewasa sajalah,jangan masalah seperti ini terkuak atau terpublikasi kemana-mana,sehingga menimbulkan ketegangan juga di masyarakat bisa.Hal yang seharusnya di selesaikan dengan kepala dingin malah menjadi panas.Janganlah terus berkonflik KPK dan Polri,kapan negeri ini akan maju kalau orang yang seharusnya menegakkan kebenaran malah berseteru. Menteri Koordinator Hukum, Politik, dan Keamanan Djoko Suyanto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tidak saling memprovokasi satu sama lain. Hal itu akan memperkeruh suasana dan tidak akan menyelesaikan masalah. "Baik KPK dan Polri, dalam mengeluarkan pernyataan jangan yang bisa memancing provokasi. Mereka harus sinergis satu sama lain," ujar Djoko di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (8/10/2012). Djoko mengatakan, temperatur saling bantah antara KPK dan Polri selayaknya dikurangi. Djoko juga meminta kedua lembaga tersebut untuk tidak terpancing provokasi oleh media massa maupun kicauan di jejaring sosial.Ia menyatakan, media juga harus membangun hubungan yang kondusif antara KPK dan Polri. Selain itu, kedua lembaga penegak hukum tersebut tidak dibenarkan saling memperlemah satu sama lain. Menurut Djoko, berdasarkan perkembangan terakhir, Polri justru dilemahkan. Hal itu, menurutnya, sangat tidak efektif dan kondusif membangun reformasi Polri. "Polri masih diperlukan. Kalau tidak ada polisi, bagaimana dengan pemberantasan terorisme, narkoba, termasuk koruptor, serta siapa yang melayani rakyat? Harus diperbaiki kalau ada dinamika antara KPK dan Polri," katanya. Ia menegaskan Polri tetap tidak boleh dihancurkan karena pemberitaan santer menyebutkan hal tersebut. Purnawirawan TNI Angkatan Udara tersebut menyebutkan, masyarakat dan media harus mendukung reformasi internal Polri. Adanya perbuatan saling memprovokasi tersebut tidak mencerminkan pembangunan kelembagaan aparatur negara yang baik. Presiden akan segera mengambil alih permasalahan yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri karena sudah semakin berkembang secara tidak baik. Sebelum mengambil alih, presiden masih akan menunggu hasil pertemuan antara pimpinan Polri dan KPK untuk menyelesaikan masalah di antara kedua lembaga tersebut. Setelah itu, secara langsung, presiden akan memberikan penjelasan kepada rakyat pada hari Senin (8/10) atau paling lambat Selasa (9/10). Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan itu dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jln. Veteran, Jakarta Pusat, Minggu (7/10).Namun demikian, belum jelas bentuk pengambilalihan masalah yang akan dilakukan oleh presiden terhadap kekisruhan antara kedua lembaga penegak hukum itu. Pertemuan antara pimpinan Polri dan KPK itu sedianya dilakukan pada hari Minggu, namun hal itu batal karena beberapa pimpinan KPK sedang berada di luar kota. Sudi mengatakan, pertemuan tersebut akan berlangsung pada hari ini. "Hari Minggu presiden dilapori ternyata pertemuan itu belum dapat dilakukan, oleh sebab itu mereka sudah berjanji pertemuan pimpinan KPK dan Polri akan dilakukan besok. Setelah itu presiden akan menyampaikan solusi apa yang akan ditempuh," katanya. Mensesneg menggelar konferensi pers secara mendadak. Pada kesempatan itu, Sudi didampingi Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha dan Sekretaris Kabinet, Dipo Alam. Sudi membantah jika selama ini presiden berdiam diri dan melakukan pembiaran terhadap permasalahan antara KPK-Polri seperti yang dituduhkan banyak pihak. Menurut dia, presiden tidak pernah alpa memberikan perhatian terhadap masalah tersebut. Paling tidak, kata dia, sejak awal presiden sudah menyampaikan arahan-arahan agar kasus itu tidak berkembang.Sudi menambahkan, sebenarnya masalah antara KPK-Polri sudah mereda. Namun, beberapa media tertentu selalu membesar-besarkan masalah tersebut sehingga memicu tudingan yang kurang pantas dari masyarakat sebagaimana muncul di media sosial. "Presiden tidak mendiamkan, presiden mengambil langkah-langkah, menjalankan sistem, dan sistem itu berjalan dan keadaan pun tidak serunyam yang digembar-gemborkan orang tertentu," ujarnya Setelah ’’dicari’’ sekian lama di mana keberadaan sang Presiden, orang nomor satu di Indonesia itu akhirnya mau muncul. Melihat kisruh yang tak kunjung reda antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan mengambil alih penyelesaian antar dua lembaga penegak hukum tersebut.’’Berhubung perkembangan situasi sudah tidak baik dengan banyak yang memanipulasi (persoalan KPK-Polri), maka presiden akan segera mengambil alih dan menyampaikan penjelasan kepada rakyat setelah pertemuan KPK-Polri dilaksanakan,’’ kata Mensesneg Sudi Silalahi di kantor Presiden, kemarin.Sudi menegaskan, Presiden sungguh berharap pertemuan Kapolri dengan Pimpinan KPK, Senin (8/10), dapat dilaksanakan. Sebab, kata Sudi, malam harinya presiden akan memberikan penjelasan kepada rakyat.’’Setelah itu presiden akan menyampaikan solusi apa yang perlu ditempuh antara masalah Polri dan KPK ini,’’ kata Sudi. Dia mengatakan, presiden sebetulnya mendengar komentar dari kalangan masyarakat agar mengambil alih permasalahan tersebut. Tapi, lanjut dia, sebelum presiden mengambil alih, perlu dikedepankan dulu upaya KPK-Polri untuk mengatasi permasalahan, sesuai undang-undang dan Memorandum of Understanding yang disepakati bersama untuk mengangani masalah secara langsung.Ia menambahkan, sebelum presiden menangani langsung, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, dengan jajarannya terus bekerja. ’’Penjelasan Presiden bisa pada hari Senin 8 Oktober 2012 malam, atau paling lambat Selasa siang 9 Oktober 2012,’’ tambahnya. Pihak Istana Negara membantah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membiarkan kisruh yang terjadi antara KPK dan Polri. Sudi menegaskan, konflik KPK dan Polri berkembang semakin negatif. Bahkan, tegasnya, secara politik makin dimanipulasi. ’’Seolah-olah presiden mendiamkan dan membiarkan ini. Tegas saya sampaikan bersama Pak Seskab dan Juru Bicara Kepresidenan menyatakan itu tidak benar,’’ kata Sudi. Justru, lanjut dia, sejak awal terjadinya ketegangan Polri danKPK, pada 5 Oktober 2012 presiden langsung memanggil Kapolri Jendral Timur Pradopo dan memberikan sejumlah instruksi kepada Kapolri. ’’Setelah instruksi dijalankan, keadaan mereda,’’ kata dia.Keesokan harinya, Jumat 6 Oktober 2012, Sudi mengatakan, presiden memimpin rapat kemudian melalui Menteri Politik Hukum dan Keamanan presiden meminta Kapolri segera bertemu pimpinan KPK agar dapat melakukan upaya mencari solusi. Kemudian, lanjut dia, diharapkan pada Minggu (7/10), Kapolri bertemu pimpinan KPK. ’’Tapi, ada informasi pertemuan itu belum dapat dilaksanakan karena pimpinan KPK berada di luar kota,’’ kata Sudi. Perlu diketahui, kata Sudi, KPK tidak di bawah presiden sehingga solusi itu merupakan instruksi Presiden kepada Kapolri, dengan harapan KPK mau bekerjasama untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik, demi makin efektifnya pemberantasan korupsi. ’’Hari Jumat presiden dilapori ternyata memang pertemuan Kapolri dan KPK belum dapat dilaksanakan karena para pimpinan KPK sedang berada di luar kota. Mereka menjanjikan akan bertemu Senin 8 Oktober 2012,’’ ujar Sudi. Kisruh KPK v Polri sebenarnya tak berlarut-larut jika Presiden segera ’’hadir’’, tidak terlalu lama ’’absen’’ mengatasi perseteruan tersebut. Guru Besar Sosiologi Politik Universitas Indonesia, Hamdi Moeloek, menegaskan, SBY harus bersikap tegas sebagai pucuk pimpinan untuk bisa menyelesaikan polemik dua lembaga itu. ’’Kalau SBY tidak muncul, orang mau percaya siapa lagi?’’ kata Hamdi, kepada wartawan, Minggu (7/10), di Jakarta.Dia membandingkan sikap Presiden menyikapi kasus ini dengan kasus video mesum Ariel Peterpan. Hamdi pun heran, ketika kasus Ariel Peterpan dulu SBY mau ngomong. Memang menurutnya, waktu itu kasus Ariel adalah kasus pribadi. Sedangkan kisruh yang terjadi antara KPK-Polri sekarang ini presiden lebih hati-hati. "Karena ini masalah politik, jadi berat. Kalau dia salah ngomong, salah ambil sikap, luar biasa dampaknya," kata Hamdi.Ia menambahkan, untuk masalah ini presiden bersikap terlalu hati-hati. "Tapi hati-hati yang menyebalkan," ujarnya. Menurut Hamdi, sekarang tidak butuh presiden yang hati-hati. "Tapi, presiden yang tegas sekarang," tegas Hamdi.Dia mengingatkan, kalau kisruh ini dibiarkan berlarut-larut akan berdampak luar biasa kepada publik. Katanya, bisa jadi publik tidak mau patuh bayar pajak, dan lebih memilih turun berdemo dan kondisi ini bisa membuat kejadian seperti aksi 1998 terulang lagi. ’’Padahal ini bisa diselesaikan dengan gampang oleh presiden,’’ ungkap Hamdi. Di tengah dorongan masyarakat yang sangat tinggi terhadap pemberantasan korupsi, konflik KPK v Polri ini seharusnya mendapat perhatian serius dengan segera ’’mendamaikan’’ keduanya. DPR juga jangan main-main dengan upaya pelemahan KPK dengan mempereteli kewenangan lembaga antikorupsi itu. Sebab, mereka nantinya akan berhadapan dengan rakyat.Kemarin, empat belas ribu orang mendukung petisi menolak pelemahan KPK. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah. Petisi dimuat di www.change.org/KPK.’’Permintaannya adalah untuk menyerahkan kasus korupsi polisi kepada KPK, dan menghentikan upaya pelemahan KPK,’’ kata Direktur Komunikasi Change.org Indonesia, Arief Aziz dalam keterangannya, kemarin.Arief menjelaskan, setiap tanda tangan langsung mengirimkan sebuah email kepada presiden dan para petinggi Polri. ’’Petisi Change.org www.change.org/KPK dimulai oleh Anita Wahid dan Masyarakat Peduli Pemberantasan Korupsi yang telah dijuluki "Semut Rang-Rang",’’ jelas Arief. Sedang menurut aktivis Usman Hamid, aksi pendukung KPK ini, sudah melakukan aksi di Bunderan HI kemarin pagi. Ribuan orang berkumpul atas reaksi upaya penangkapan paksa penyidik KPK dan upaya pelemahan KPK secara umum oleh polisi.’’Pesan yang disampaikan sederhana, mempertanyakan sikap, komitmen, dan kepemimpinan Presiden dalam pemberantasan korupsi melalui tagar #dimanaSBY,’’ jelas Usman. Aksi ini diramaikan berbagai elemen masyarakat termasuk pejalan kaki dan pesepeda Car Free Day. Tokoh masyarakat seperti Anies Baswedan, Effendi Gazali, Anita Wahid, Goenawan Mohamad udan Usman Hamid pun ikut berorasi.’’Banyak juga musisi yang sumbang lagu seperti Rendi Ahmad dari simponi, Efek Rumah Kaca, dan Abdi "Slank". Rendi juga mulai petisi tentang KPK di www.change.org/saveKPK,’’ jelas Usman. Hubungan KPK v Polri yang makin panas terkait pemeriksaan tersangka kasus korupsi proyek simulator Korlantas Polri dan berbuntut kepada upaya penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan bisa membuat masyarakat berprasangka buruk.“Kami akan segera meminta penjelasan Kapolri, apalagi beliau ngaku tidak memberi perintah atas penjemputan paksa tersebut,’’ ungkap anggota Kompolnas Edi Hasibuan di Jakarta, kemarin. Selain itu, Kompolnas juga meminta agar Kapolri segera melakukan penyelidikan, apakah telah terjadi pelanggaran prosedur dalam hal tersebut. ’’Dan kalau ada, harus benar-benar diberikan sanksi,’’ tegas Edi.Secara pribadi Edi menilai, momentum jemput paksa yang dilakukan kepolisian benar-benar sangat tidak tepat. Selain itu dilakukan di tengah proses penyelidikan atas petinggi kepolisian oleh KPK, peristiwa kesalahan yang dituduhkan terhadap Novel juga telah berlangsung cukup lama.Namun kapan tepatnya permintaan penjelasan kepada Kapolri dilakukan, Edi belum bisa menentukan waktunya. Kompolnas menurutnya akan terlebih dahulu menggelar rapat. Karena paling tidak dalam peristiwa ini, terlihat adanya sinyalemen yang begitu kuat tidak adanya komunikasi yang baik antara kepolisian dan KPK. ’’Jadi kita benar-benar sangat prihatin. Seharusnya tidak perlu terjadi. Langkah-langkah seperti itu menunjukkan bentuk arogansi. Jadi sangat tidak bagus bagi polri,’’ ujarnya sembari berharap peristiwa kemarin dapat dijadikan pelajaran bagi kepolisian. Terkait penjelasan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Sutarman, yang menyatakan Kapolri tidak mengetahui penangkapan, menurut Edi juga tentu perlu didalami terlebih dahulu. ’’Kabareskrim mengatakan bukan perintah Kapolri, tentu penjelasan tersebut juga harus dibuktikan terlebih dahulu,’’ ujar pria asal Sumatera Utara ini. Di tengah memanasnya hubungan ini, tentu saja dibutuhkan kehadiran segera Presiden. Kehadiran ini bukan untuk mengintervensi, melainkan mendudukkan persoalan itu kepada aturan main dan memperkuat kedua lembaga penegak hukum.Semakin cepat hadir, maka diharapkan semakin cepat pula kedua lembaga memainkan peran optimal. Sebaliknya, semakin lama absen, maka persoalan semakin meruncing. Jangan sekali-kali membiarkan rakyat mengambil alih peran dan tugas negara. Bukan perang yang akan membuat Indonesia lemah tetapi perpecahanlah yang akan membuat negeri Indonesia yang makmur ini semakin hilang arah dan tak tahu arah jalan pulang.

Kamis, 04 Oktober 2012

Tata Kota Semakin Amburadul

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono meminta para pemangku kepentingan menyatukan pandangan dan langkahnya dalam membangun dan menata perkotaan agar dalam 20 hingga 50 tahun tetap sebagai kawasan memadai. "Penataan kota harus direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan konsisten dan berkesinambungan dan tidak terhenti tiap lima tahun," kata Wapres Boediono saat menyampaikan sambutan dalam memperingati Hari Habitat Dunia (HHD) 2012 di Istana Wapres Jakarta, Senin (1/10/2012). Hadir dalam acara itu Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri perumahan Rakyat Djan Faridz. Peringatan HHD diselenggarakan oleh Indonesia setiap tahun dengan penyelenggara utama bergantian antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat. Puncak peringatan HHD 2012 ditetapkan Badan PBB jatuh pada 1 Oktober 2012. Menurut Boediono, sejumlah kota di negara berkembang banyak yang tidak mampu memberi kualitas hidup memadai bagi penduduknya dan kondisi itu adalah nyata. Dia mengingatkan, kalau negara berkembang tidak memiliki rencana perkotaan yang pas dan konsisten, akan muncul suatu problema lebih besar yang pada akhirnya akan memunculkan akumulasi arus urbanisasi. "Sebelum kita pada tingkat seperti itu, maka perlu dipikirkan pembangunan kota di daerah untuk jangka menengah," kata Wapres. Boediono mengatakan, landasan utama untuk mengatasi arus urbanisasi adalah menyatukan pandangan semua pemangku kepentingan, baik kelompok pemerhati, ahli di universitas, serta pimpinan dunia usaha yang memiliki kepedulian memperbaiki tata kota. Ia mengaku yakin, jika semua pihak bisa menyatukan pandangan dan langkah, penataan kota yang baik akan bisa tercapai hingga 20 sampai 50 tahun ke depan. Pemerintah bisa sebagai motornya dalam menyusun suatu cetak biru kawasan perkotaan. "Perlu ada rambu-rambu nasional yang melandasi pembangunan kota di Indonesia yang ditampung dalam strategi pembangunan nasional untuk rencana aksi dukung bersama, bukan langkah sendiri-sendiri," ujar Boediono. Mengenai tata kota yang sudah semakin amburadul, Wapres mengatakan, kunci perbaikan adalah penataan kembali. Namun, kata Boediono, yang harus ditata bukan pemukiman terlebih dahulu, tapi lokasi kegiatan usaha atau ekonomi. "Lokasi usaha itu ibarat gula. Kalau gula disebar ke sejumlah tempat, maka semut akan datang dengan sendirinya dan menyebar," tutur Boediono.

Rabu, 12 September 2012

Cicak vs Buaya Bakal Terulang? Ini Kata Ketua KPK

TEMPO.CO, Jakarta - Perkara korupsi pengadaan simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) memanaskan hubungan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian RI. Hubungan kedua institusi itu sebelumnya pernah tegang, hingga muncul istilah "Cicak versus Buaya". Dilontarkan pertama kali oleh mantan Kabareskrim, Komjen Susno Duadji, KPK diibaratkan sebagai cicak, yang mau menelan buaya. Buaya di sini siapa lagi kalau bukan polisi. Apakah kasus simulatorujian SIM ini bisa memicu munculnya kasus "Cicak versus Buaya" seri kedua? Ini komentar Ketua KPK, Abraham Samad seperti dikutip dari Majalah Tempo, edisi 6 Agustus 2012. "Saya kira tidak," ujar Abraham. "Pak Kapolri Timur Pradopo ini baik. Saya pikir beliau tidak akan mengambil langkah-langkah yang konfrontatif," Abraham menambahkan. Abraham menegaskan bahwa KPK lebih dulu menangani kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM. "Penyelidikan kami sejak 16 Januari dan penyidikan dimulai 27 Juli," ujarnya. Sementara, kepolisian mulai menangani kasus ini sejak kasus ini muncul di majalah Tempo, yakni 23 April 2012. "Pak Tarman (Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jendral Sutarman) bilang, polisi sudah memeriksa 33 saksi sejak ada berita di majalah Tempo," kata Abraham. Hingga saat ini, KPK dan polisi sama-sama masih memproses kasus itu. KPK telah menetapkan empat tersangka, sedangkan polisi menetapkan lima tersangka, tiga di antaranya telah ditahan.

Masih Seputar Terorisme : Mencemaskan Namun Juga Menyejukkan

Detikcom, Senin 27 Juli 2009 memberitakan bahwa masih ada pihak yang percaya teroris Jamaah Islamiyah (JI) di bawah pimpinan Noerdin M. Top di Sumatra Selatan, masih ada. Dan mereka yakin teroris yang ditangkap beberapa waktu lalu, baru sebagian kecil dari teroris JI di Sumatra Selatan. Para teroris JI ini diperkirakan menyusup ke sejumlah organisasi Islam yang terbuka. Namun kabar itu dibantah mantan kuasa hukum sejumlah terdakwa teroris Palembang Bahrul Ilmi Yacub, Minggu (26/07/2009). Bahrul mengatakan, sejak teroris Palembang ditangkap pada 2 Juli 2008 lalu, jaringan teroris JI di Sumsel terhenti atau tidak berkembang lagi karena sudah ditangkap, dan tidak ada lagi anggotanya di Sumsel. Bahrul juga menegaskan, pemikiran Islam yang berkembang di Sumsel, khususnya di Palembang, lebih moderat dan lebih rasional. Sumsel memandang Islam itu lebih rasional. Mereka tidak begitu senang dengan pemikiran-pemikiran yang tidak rasional. Mereka memandang Islam sebagai sesuatu yang berguna bagi kehidupan sehari-hari, yang lebih mementingkan kasih dan sayang. Senada dengan Bahrul, Fauzi yang mantan Ketua Forum Anti Kegiatan Pemurtadan (Fakta) Sumsel menjelaskan bahwa Dia yakin hanya dua orang itu yang masuk ke Fakta (ketika ditemui di rumahnya, kompleks Demang Azhar Blok F1, Demang Lebar Daun, Ilir Barat, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat -24/07/2009 lalu). Dua orang anggota Fakta yang merupakan jaringan JI itu adalah Abdurrohman Toib dan Agustiarwarman yang kini telah ditangkap dan menunggu vonis pengadilan. Dijelaskan Fauzi, dua orang itu juga jarang mengikuti kegiatan yang dilakukan Fakta. Kalaupun ikut dia hanya diam. Tidak banyak bicara. Di sisi lain, jelas Fauzi, pesantren kecil di Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, yang menjadi tempat mengajar Ani Sugandhi, bersama Sugiarto, Heri Purwanto, dan Ki Agus M Toni, kini sudah tutup. Pesantren itu sudah tutup, dan Fakta Sumsel juga telah dibekukan. Apa yang diajarkan oleh Ani Sugandhi (anggota JI) maupun Fajar Taslim (jaringan Noerdin M. Top) mengenai keyakinan akan tindak teroris sudah banyak menyebar di Sumsel. Beberapa daerah yang dicurigai atau mungkin menjadi lokasi persembunyian para teroris baru, antara lain di Banyuasin, Mesuji, dan Palembang. Bahrul meyakinkan, bahwa mereka sulit berkembang di Palembang. Palembang sekarang ini sudah lebih rasional. Kecuali mereka itu para pendatang dari daerah lain. Bahrul yakin tidak ada lagi jaringan itu di Sumsel. Sekarang para ulama dan orangtua, serta aparat keamanan, sangat menjaga persoalan tersebut. Apa yang disampaikan oleh Bahrul Ilmi Yacub dan Ketua Forum Anti Kegiatan Pemurtadan (Fakta) Sumsel – Fauzi, kiranya akan memberikan jaminan terhadap rasa ketakutan dan kekuatiran masyarakat Indonesia dari kegiatan teroris. Terorisme di Indonesia harus dimusnahkan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat, jika terorisme diberikan kesempatan maka masyarakat akan sengsara dan tercekam olek ketakutan. Karena itu masyarakat harus membantu usaha-usaha pemerintah dalam memberantas terorisme. Masyarakat kiranya tetap waspada dan memperhatikan setiap gejala yang timbul disekitarnya guna mencegah sedini mungkin setiap gerakan terorisme. Marilah membina dan memelihara pesatuan dan kesatuan bangsa, mencegah adanya SARA yakni mencegah pertentangan suku, agama, ras, dan antar golongan. Betapa indahnya hidup rukun dan damai dengan berusaha secara aktif dan kreatif melakukan pembangunan nasional menurut bidangnya masing-masing. Jika pembangunan berhasil maka akan mempersempit ruang gerak usaha-usaha terorisme di Bumi Indonesia tercinta. Rafans – Manado, 27 Juli 2009,-

Kamis, 28 Oktober 2010

PUASA MEMBAKAR HIJAB

Rasa manis yang tersembunyi,

Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!

Ketika perut kecapi telah terisi,

ia tidak dapat berdendang,

Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.

Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,

Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.

Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.

Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.


puisi jalaludin rumi Puisi Sufi Jalaludin Rumi

DIA TIDAK DI TEMPAT LAIN

Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.

Dia tidak di Salib.

Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.

Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.

Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,

dan ke Kandahar Aku memandang.

Dia tidak di dataran tinggi

maupun dataran rendah. Dengan tegas,

aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).

Di sana cuma ada tempat tinggal

(legenda) burung Anqa.

Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.

Dia tidak ada di sana.

Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf

Dia ada di luar jangkauan Avicenna …

Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.

Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.

Dia tidak di tempat lain.

DISEBABKAN RIDHO-NYA

Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,

Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini

dengan Cinta-Mu?

KARENA CINTA

Kerana cinta duri menjadi mawar

kerana cinta cuka menjelma anggur segar

Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar

Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan

Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar

Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman

Kerana cinta api yang berkobar-kobar

jadi cahaya yang menyenangkan

Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari

Kerana cinta batu yang keras

menjadi lembut bagaikan mentega

Kerana cinta duka menjadi riang gembira

Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat

Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus

Kerana cinta sakit jadi sihat

Kerana cinta amarah berubah

menjadi keramah-ramahan

LETAK KEBENARAN

Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,

Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.

KAU DAN AKU

Nikmati waktu selagi kita duduk di punjung,

Kau dan Aku;

Dalam dua bentuk dan dua wajah — dengan satu jiwa,

Kau dan Aku.

Warna-warni taman dan nyanyian burung memberi obat keabadian

Seketika kita menuju ke kebun buah-buahan, Kau dan Aku.

Bintang-bintang Surga keluar memandang kita –

Kita akan menunjukkan Bulan pada mereka, Kau dan Aku.

Kau dan Aku, dengan tiada ‘Kau’ atau ‘Aku’,

akan menjadi satu melalui rasa kita;

Bahagia, aman dari omong-kosong, Kau dan Aku.

Burung nuri yang ceria dari surga akan iri pada kita –

Ketika kita akan tertawa sedemikian rupa; Kau dan Aku.

Ini aneh, bahwa Kau dan Aku, di sudut sini …

Keduanya dalam satu nafas di Iraq, dan di Khurasan –

Kau dan Aku.

RAHASIA YANG TAK TERUNGKAP

Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),

Itu semua hanyalah kulit.

Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah

rahasia yang tak terungkapkan.

PERNYATAAN CINTA

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,

Kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,

Segera saja bagai duri bakarlah aku.

Meskipun aku diam tenang bagai ikan,

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan

Kau yang telah menutup rapat bibirku,

Tariklah misaiku ke dekat-Mu.

Apakah maksud-Mu?

Mana kutahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,

Bagai unta memahah biak makanannya,

Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.

Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.

Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.

Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

HATI BERSIH MELIHAT TUHAN

Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat

dalam persemayaman hatinya.

Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah

ia menggosok hati tersebut.

Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,

maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat

semakin nyata baginya.


KEMBALI PADA TUHAN

Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,

maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.Begitulah caranya!

Jika engkau hanya mampu merangkak,

maka merangkaklah kepadaNya!Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,

maka tetaplah persembahkan doamu

yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;

kerana Tuhan, dengan rahmatNya

akan tetap menerima mata wang palsumu!Jika engkau masih mempunyai

seratus keraguan mengenai Tuhan,

maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.Begitulah caranya!Wahai pejalan!

Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,

ayuhlah datang, dan datanglah lagi!Kerana Tuhan telah berfirman:

“Ketika engkau melambung ke angkasa

ataupun terpuruk ke dalam jurang,

ingatlah kepadaKu, kerana Akulah jalan itu.”

KESUCIAN HATI

Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati

ialah melalui kerendahan hati.

Maka dia akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan

Bukankah Aku Tuhanmu?

MENYATU DALAM CINTA

Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.“Lalu, apa yang kau takuti?”“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yangn dibedah badanmu.”“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”

MEMAHAMI MAKNA

Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.

Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.

Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.

Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.

Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.

Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara

makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan

berasal dari Lautan-Mu.

TUHAN HADIR DALAM TIAP GERAK

Tuhan berada dimana-mana.

Ia juga hadir dalam tiap gerak.

Namun Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.

Sebab wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.

Walaupun sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU

Apa yang dapat aku lakukan, wahai umat Muslim?

Aku tidak mengetahui diriku sendiri.

Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,

bukan Majusi, bukan Islam.

Bukan dari Timur, maupun Barat.

Bukan dari darat, maupun laut.

Bukan dari Sumber Alam,

Bukan dari surga yang berputar,

Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;

Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;

Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;

Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;

Bukan dari dunia kini atau akan datang:

surga atau neraka;

Bukan dari Adam, Hawa,

taman Surgawi atau Firdaus;

Tempatku tidak bertempat,

jejakku tidak berjejak.

Baik raga maupun jiwaku: semuanya

adalah kehidupan Kekasihku …

LIHATLAH YANG TERDALAM

Jangan kau seperti iblis,

Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.

Lihatlah di balik lumpur,

Beratus-ratus ribu taman yang indah!

KETERASINGAN DI DUNIA

Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?

Itu disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,

Kita lemparkan menjadi terbatasi ruang.

my created

fhotoku

Followers

ipin